Ini Penjelasan Aturan PPh21 yang Perlu Diketahui
Potongan pajak penghasilan, juga dikenal sebagai PPh Pasal 21, yang dikenakan pada THR adalah salah satu penyebabnya. Tergantung pada jumlah penghasilan karyawan dan status pajaknya, potongan pajak tersebut bahkan bisa mencapai puluhan persen dalam beberapa kasus.
Apa Itu THR dan Kewajiban Perusahaan Memberikannya
Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa pekerja yang telah bekerja selama minimal satu bulan secara konsisten berhak mendapatkan tunjangan hari raya (THR), yang biasanya dihitung berdasarkan jumlah waktu yang telah dihabiskan oleh pekerja.
THR biasanya diberikan setara dengan satu bulan gaji untuk karyawan yang telah bekerja selama 12 bulan atau lebih. Sebaliknya, THR diberikan secara proporsional untuk karyawan yang telah bekerja kurang dari satu tahun.
THR sangat penting bagi pekerja karena sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan menjelang hari raya seperti perjalanan, biaya keluarga, dan kebutuhan sosial lainya.
Kenapa THR Kena Potongan Pajak
Semua gaji, bonus, insentif, dan THR dapat dikenakan PPh Pasal 21 dalam sistem perpajakan Indonesia.
Menurut Direktorat Jenderal Pajak, THR dianggap sebagai bagian dari penghasilan tidak teratur yang tetap dihitung sebagai penghasilan karyawan dalam tahun pajak tertentu.
Karena itu, sesuai dengan ketentuan Pasal 21 PPh, perusahaan memiliki kewajiban untuk memotong pajak dari THR karyawan.
Mengapa Potongan Pajak THR Bisa Sampai Puluhan Persen
Tarif progresif berarti persentase pajak yang dikenakan berkorelasi positif dengan penghasilan.
Tarif pajak penghasilan individu dibagi menjadi beberapa lapisan sesuai dengan undang-undang pajak penghasilan Indonesia:
Penghasilan hingga 60 juta rupiah per tahun dikenakan pajak 5%.
Penghasilan antara 60 juta dan 250 juta rupiah dikenakan pajak 15%.
Pendapatan antara 250 juta dan 500 juta dikenakan pajak 25%.
Penghasilan antara 500 juta dan 5 miliar dikenakan pajak tiga puluh persen.
Penghasilan lebih dari 5 miliar rupiah dikenakan pajak 35%.
Ketika THR ditambahkan ke dalam total penghasilan tahunan karyawan, penghasilan tersebut dapat dikenakan tarif pajak yang lebih tinggi, yang membuat potongan pajak THR terlihat cukup besar.
Contoh Perhitungan Potongan Pajak THR
Misalnya, seorang karyawan menerima gaji bulanan sebesar Rp10 juta dan mendapatkan total sekitar Rp120 juta dalam satu tahun.
Jika karyawan tersebut menerima THR sebesar Rp10 juta per bulan, maka total penghasilannya menjadi Rp130 juta dalam satu tahun.
Penghasilan ini kemudian dimasukkan ke dalam sistem pajak tahunan. Setelah dikurangi dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), tarif progresif akan digunakan untuk menghitung sisa penghasilan yang dikenakan pajak.
Sebagian dari THR dapat dikenakan pajak pada tarif tersebut karena penghasilan tersebut berada pada lapisan pajak 15 persen.
Inilah yang sering membuat potongan pajak THR tampak cukup besar bagi sebagian karyawan.
Peran PTKP dalam Menghitung Pajak THR
Pemerintah menetapkan PTKP untuk memberikan keringanan pajak kepada orang-orang dengan penghasilan tertentu.
Saat ini, PTKP dasar untuk wajib pajak individu adalah sekitar Rp54 juta per tahun, yang dapat meningkat tergantung pada status pernikahan dan jumlah tanggungan.
Semakin tinggi PTKP seseorang, semakin rendah penghasilan yang dikenakan pajak.
Karena itu, besar kecilnya potongan pajak THR juga dapat dipengaruhi oleh status pajak seperti menikah atau memiliki tanggungan.
Kenapa Banyak Karyawan Mengeluh Tentang Potongan Pajak THR
Banyak karyawan percaya bahwa potongan pajak tersebut terlalu besar, dan mereka merasa bahwa manfaat THR mereka berkurang.
Namun, potongan pajak tersebut merupakan bagian dari perhitungan pajak penghasilan tahunan dan bukanlah pajak khusus untuk THR.
Selain itu, Direktorat Jenderal Pajak menyatakan bahwa bisnis hanya memiliki kewajiban untuk memotong pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Dengan kata lain, karena THR termasuk dalam kategori penghasilan, pajak tersebut tetap harus dibayarkan.
Cara Mengelola THR Agar Lebih Bermanfaat
Banyak ahli keuangan menyarankan agar THR digunakan untuk konsumsi jangka pendek dan memperbaiki keuangan pribadi.
Beberapa cara yang dapat dilakukan termasuk:
mengalokasikan sebagian dari THR untuk tabungan
melunasi cicilan atau hutang
menyediakan dana untuk situasi darurat
investasi awal kecil
THR dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan keuangan pribadi dengan pengelolaan yang tepat.
Pengaruh Pajak THR pada Ekonomi
Potongan pajak dari THR juga berdampak pada ekonomi negara. Pajak yang dikumpulkan pemerintah dari penghasilan masyarakat akan digunakan untuk membangun negara.
Banyak sektor penting, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, dibiayai dengan dana pajak.
kesimpulan
Meskipun demikian, pajak THR sebenarnya merupakan bagian dari sistem perpajakan yang berlaku untuk semua penghasilan. Dengan memahami cara perhitungan pajak dan mengelola THR dengan bijak, karyawan tetap dapat memaksimalkan uang tambahan.


















